Thursday, 12 April 2018

Akibat Kurang Fokus dan Kurang Update

Mas Glend lagi pegang STNK
Mas Glend lagi pegang STNK

Halo teman teman. Bagaimana kabar kalian semuanya? Semoga semua sehat walfiat dan masih berada dalam lindungan-Nya. Aku rasa sudah lama aku belum menulis lagi di blogku yang tercinta ini. Kira-kira sejak bulan september kemarin aku belum sempat lagi menulis. Ya maklum sejak saat itu banyak sekali urusan yang harus aku selesaikan. Entah itu tugas kuliah sampai dengan tugas rumah. Entah bagaimanapun rasa malas untuk update blog sering kali muncul dipikiran saya.


Oh iya, kali ini aku akan menulis tentang sedikit kejadian yang baru-baru ini aku alami. Cerita berawal pada hari kamis tanggal 5 april kemarin. Waktu itu aku bersiap-siap untuk pergi ke sebuah biro jasa untuk mengurus pajak sepeda motor milik kakakku. Kok ke biro jasa? Kan ada Samsat bahkan sekarang ada petugas yang keliling? Kan lebih enak? Ya kalian memang betul. Sekarang ngurus pajak kendaraan bermotor semakin mudah dan sudah ada tempatnya sendiri. Tapi yang aku ceritakan ini adalah sepeda motor seken. Yang STNK nya belum dibalik nama alias masih pakai nama pemilik yang sebelumnya. 

Jadi kalau misalkan ngurus pajak sepeda motor tersebut harus dilengkapi ktp pemilik aslinya. Nah disitu kan kita masih kesulitan harus nyari-nyari pemiliknya yang dulu. Maka dari itu kalau ingin cepet ya harus ke biro jasa tempat dulu sepeda motor sekennya dijual. Sebelum berangkat diberilah uang saku sebanyak Rp. 200.000,00. Uang tersebut nantinya akan aku gunakan sebagai pembayaran pajak sepeda motor.

Namun ketika sudah berangkat diperasaanku ada yang aneh. Tapi tak apalah saya pikir mungkin perasaan saya saja. Sesampainya di tempat kejadian perkara kuserahkan sebuah STNK dan Surat Pajak Kendaraan Bermotor kepada petugas. Beginilah awal percakapannya :

Petugas : Masnya mau ngurus apa?
Saya : Oh... ini mas saya mau ngurus STNK.
Petugas : Silahkan duduk mas. Boleh saya lihat STNK nya?
Saya : Iya mas.
Petugas : Ini biaya urus 80 biaya blokirnya 10 dan biaya pajaknya 185 ya. Total 275 STNK nya saya bawa ya.
Saya : Ini mas uangnya saya berikan 300.
Petugas : Terimakasih mas saya beri nota nanti kembaliannya sekalian STNK nya jadi ya.
Saya : Okee terimaksih mas. Oh iya kira-kira jadinya kapan ya mas?
Petugas : Prosesnya tiga hari mas nanti saya sms. Boleh minta nomor handphonenya?
Saya : Sebentar ya mas... 085 bla bla bla bla.
Petugas : Nanti kalau sudah selesai saya kabari ya.
Saya : Iya terimakasih mas saya permisi dulu.

Setelah selesai aku lanjut berangkat ke kampus. Pukul 10 pagi sebelumnya aku sudah punya janji sama teman untuk melanjutkan tugas akhir. Sesampainya di kampus handphoneku berdering. Oh ternyata si A temanku dia tidak masuk karena perutnya lagi mules. Kebetulan aku juga masih capek apa boleh buat aku pulang saja.

Masih ada yang mengganjal dibenakku masalah mengurus STNK tadi. Ku ingat-ingat kemarin pas aku lihat nominal pajaknya berkisar 300 ribuan lebih. Tapi kata petugas dibiro tersebut hanya 275 ribu totalnya. Kemarin Bapak saya juga sudah ngomong ke saya. "Dik, ojo lali lho ngko STNK ne gowonen gawe jogo-jogo nek enek cegatan mbakmu aman". "Iyo Pak" jawab saya sambil sedikit santai. Kemudian kakakku meminta STNK kendaraannya. Dia bilang begini "Uwes lee, endi STNK ku?" Kemudian saya menjawab "Iki mbak, ngko dadine dino sabtu dikabari!". Tak lama berselang dia mengecek STNK nya. Sambil memastikan kalau STNK nya lupa saya bawa atau tidak. Yah kemudian dia bilang ke saya :

Kakak : Waduh Dik iki surat pajek duduk STNK.
Saya : Oiyo mbak lha tak kiro STNK sg wernone coklat. Lhadalah malah surat pajek sing tak gowo.
Kakak : Lha terus aku sesuk pie budal e ning kampus nek enek polisi?
Saya : Wes ngene ae ijol-ijolan montor. Aku tak nggowo montormu ae mbak kampusku soal e cedak.
Kakak : Yowes suk neh ati-ati.
Saya : Soal e wingi wonge njaluk surat-surat e mari ngono sing lembar coklat dibalekke. Yowes tak kiro kui STNK ne dadi aku langsung mulih.
Kakak : Salah, sing coklat kui surat pajek. Siing biru kui STNK ne. Oalah lee lee yowes suk nek enek opo opo dicek eneh yoo.

Baru aja sampai rumah saya sudah dimarahi. Ya tak apalah saya memang keliru hehehe. Sampai disitu saya berniat ingin kembali lagi kesana, tapi nanti sajalah hari sabtu sekalian jadi. Harusnya yang saya bawa pulang buat jaga-jaga adalah STNK. Tapi yang saya bawa malah Surat Pajak ahh payah. Memang repot kalau mengendarai kendaraan tanpa membawa STNK. Malam hari tiba- tiba Ibuk telepon bertanyaa STNK nya sudah diurus apa belum. Aku jawab saja sudah, biar lega rasanya.

Aku tunggu hari sabtu belum juga diberi kabar kuputuskan tidak jadi kesana dulu. Hari itu juga aku bilang ke kakaku hari senin mau saya ambil sambil ngecek sudah jadi apa belum. Hari senin pun datang dan aku tidak sabar pengen pergi ke biro tersebut. Aku sudah sampai disana tapi STNK nya masih belum jadi. Petugasnya bilang jadinya besok sekitar jam 10an. Yasudah langsung aku kabarin kakak dan lanjut pergi ke kampus. Selang berselang malam harinya giliran Bapak yang menelepon. Dalam benakku pasti Bapak mau tanya urusan STNK juga.

Bapak : Pie Dik wes diurus opo durung?
Saya : Uwes Pak. Wingi wes ning wong e dadine dino sabtu tapi wingi ugung dikabari. Iki mau aku wes rono tapi sik ugung dadi.
Bapak : Piro total e?
Saya : 275 ribu Pak.
Bapak : Lho kok mudun le jaremu wingi 300 ewuan? Oh iyo STNK ne mbok gowo opo ora?
Saya : Wingi wong e muni mek cuma 275 ki. Sepurane Pak wingi kleru sing digowo malah STNK ne. 
Bapak : Wadahhh. Iki ora masalah sepuro sepuro leee. Wingi kan wes tak kandani STNK ne ojo lali mbok jaluk. Lha wi ngko malih kliru no sing diurus malah STNK ora pajek e? Ngko nek tambah biaya neh pie jal?
Saya : Iyo wes Pak sepurane aku kurang fokus. Ngene ae sesuk tak parani rono karo nego pisan. Mugo- mugo ugung diurus karo petugas e. Ben gak nambah i biaya maneh.

Tuh kan betul malam hari saya jadi dimarahin sama Bapak gara-gara kurang fokus ngurus STNK. Harusnya kalau mengurus STNK dibiro itu jangan lupa diminta kembali buat jaga-jaga jika nanti diberhentiin Pak Polisi. Mau bagaimana lagi sudah terlanjur. Masih dalam suasana bingung aku ambil surat pajak kendaraan milik kakakku yang aku simpan. Disitu tertera pembayaran pajak paling lambat tanggal 10 April 2018. Dan pada hari itu lagi pas pas nya tanggal 9. Waduh saya tidak habis pikir mengapa saya baru sadar. Dengan jantung yang berdebar-debar "Pokoknya besok saya harus menemui petugas biro untuk mengklarifikasi bahwa kemarin ada kekeliruan".

Hari selasa pagi kuputuskan untuk segera pergi ke biro jasa tempat saya mengurus pajak sepeda motor milik kakakku. Waktu menunjukkan pukul 10 pagi. Aku berharap petugasnya enak diajak bicara sambil nego-nego sidikit.

Petugas : Ada yang bisa saya bantu mas?
Saya : Ini mas kemarin itu saya salah mengurus surat-surat kendaraan.
Petugas : Maksudnya salah gimana ya mas?
Saya : Begini mas yang seharusnya saya urus itu surat pajaknya mas. Tapi kemarin yang saya serahkan malah STNK.
Petugas : Oh tidak mas. Bener kok ini sudah jadi tinggal ambil saja tidak ada yang salah
Saya : Lho kok bisa ya mas? Tapi disitu kan tertera nominal total pajak kan 300 ribuan lebih. Tapi kemarin totalnya kok cuma 275 ribu? Malah jadi turun?
Petugas : Surat pajak yang anda bawa sekarang itu sudah pajak tahun lalu mas. Sekarang sudah beda lagi. Sudah diganti dengan yang baru. Makannya kemarin itu STNK milik sampean saya bawa buat bukti ngurus yang baru. Ini saya ada totalannya juga silahkan dicek. Ini surat pajaknya baru yang tahun ini menjadi Rp. 185.000,00 mas. Kalau STNK nya tetap sama dan ini saya kembalikan.
Saya : Waahhh... terimakasih ya mas. Saya pikir saya yang keliru... 
Petugas : Oiya kemarin uangnya 300 ribu ya ini kembaliannya 25 ribu saya serahkan ke sampean
Saya : Baik mas sekali lagi terimakasih. Saya permisi dulu...

Sejak saat itu saya duduk dan terdiam. Ya benar terdiam soalnya saya masih bingung hehehe. Petugasnya tadi bilang bahwa semuanya sudah beres. Jadi ingin ketawain diri sendiri hahaha. Sambil memberi kabar ke Ibuk aku lihat nota yang diberikan tadi. Disitu tertera :

Biaya pajak = Rp. 185.000,00
Biaya jasa = Rp. 80.000,00
Biaya blokir = Rp. 10.000,00
Total = Rp. 275.000,00.

Dalam hati bener juga ya kata petugasnya tadi. Ini saya yang keliru atau saya nya aja yang kurang update nih heheheh. Tapi gapapa lah yang penting urusan sudah beres sudah selesai dan saatnya untuk pulang.

Hehe namanya juga kurang fokus...
Sampai jumpa diceritaku selanjutnya....

31 comments:

  1. Untung petugas biro jasanya baik hati ya kang. Mungkin di Polsek kan sudah ada datanya jadi biarpun yang dikasih cuma STNK saja tapi bisa diurus pajak nya.πŸ˜€

    ReplyDelete
  2. Oh, setauku juga naik biaya pajak kendaraan mas. Ini kok turun...
    Aku klo ngurus pajak langsung ke samsat..cepet, nggak sampe satu jam kelar kok

    ReplyDelete
  3. iki ketok yen wong jowo....heemmm ngurus STNK yo ?

    saiki ono tipe STNK seumur hidup tanpa proses perpanjangan Mas... durung ngerti toh,,,,?
    mangkane sering sering sobo nang blog ku komplet informasine...

    ReplyDelete
  4. wkwkwk agak rugi bagian dimarahin sana sini berarti sampean mas. hahahah

    ReplyDelete
  5. Pajak motor ,apalagi jika motornya semakin uzur. Nilai pajaknya semakin mengecil. Beda jika itu motor gede, unik dan antik.
    Itu bironya tergolong gede juga ya? kalau ditempat saya paling hanya berkisar 50ribuan.

    ReplyDelete
  6. Mmm..sepertinya Mas saja yang kurang fokus , mungkin terlalu sibuk , saya maklum,hihihihi......soalnya situasi dan informasi sering berubah2 dari tahun ke tahun.

    Ohy.Mas,klu boleh saran coba dech percakapan dengan keluarganya dikasih versi Bahasa Indonesia, sebab saya tdk ngerti.... apa yang dibicarakan :)

    ReplyDelete
  7. Wah udah lama bgt aku nggak ngurisin pajak motor, dlu hampir tiap tahun aku diandalin bapak ibu untuk mengurus pajak.. Hhh

    ReplyDelete
  8. Sepertinya memang kurang fokus aja nih Mas Glen..hehe
    Btw, nggak apa2 sih lama nggak update, lah emang ada kesibukan mau gimana lagi..he
    Yang penting jangan sampe nggak ngeblog kalau lagi longgar waktunya ya, Mas..he

    Kabar sehat, terus berbagi di blog, Mas..
    Btw, tuh kang Nata nggak ngerti bahasa jawanya, Mas..

    ReplyDelete
  9. Banyak-banyakin minum Aqua mas. Hehehe.

    ReplyDelete
  10. Mikirin opo mas sampe gak fokus gitu hehe.. Kirain ibu-ibu macam saya aja yg suka gak fokus. Beruntung petugasnya baik gak macem-macem, lumayan kan 25rb buat beli pertamax

    ReplyDelete
  11. Murah ya jasanya 80 ribu...saya malah nunggak 2 tahun mas belum diurus

    ReplyDelete
  12. aduh lumayan juga ngurusin stnk ampe 275 ribu ya mas glend.. sayang euy gara2 ga update dan gak fokus jadi begitu yaaa.. tapi biaya jasanya yaa cukup masuk akal ya mas.. di bandung juga kisaran segituan

    ReplyDelete
  13. aku sdh lama lo gak ngurus pajak-pajakan kendaraan, smoga suatu hari nanti bisa ngurus lagi, pengennya ngurus pajak mobil, eaaaaa.. (nunggu mobilnya ada dulu bearti, hihihi)

    ReplyDelete
  14. Sepertinya butuh minum banyak biar fokus lagi, hehe. Tapi gpp, yang penting urusan udah beres kan :D

    ReplyDelete
  15. Saya 2 tahun belum ngurus pajaknya
    soalnya saya lagi di jakarta
    sedangkan motor masih di kampung
    dn harus saya yg ngurusnya

    ReplyDelete
  16. sore mas glend..
    mas. salam kenal mas ya,
    pertma mendarat kesini nih kayaknya.. ^^

    ReplyDelete
  17. Wah motorku juga motor second macam ini. Jadi kalau bayar pajak pakai "jasa" orang lain juga. Tapi biayanya cuma 50ribuan sih kemaren. Nggak sampe 80ribu.

    ReplyDelete
  18. Keren pelayanan nya, harus kudu gitu kayaknya, apalagi petugasnya cewek cantik, pasti gua tambah betah ngurusin pajak dll ckck

    ReplyDelete
  19. hahah, jadi nambah pengalaman nih gan, kebetulan aku juuga ada motor second,,,
    Saya kira itu akibat kurang update, bukan kurang fokus, hahah, berarti bener yah yang diserahinnya memang harus STNK nya

    ReplyDelete
  20. Sampai saat ini sampean taksih bingung nopo mboten mas? Hehehe, dari situ kan bisa jadi lebih tahu dan paham kalau besok2 disuruh lagi buat ngurusin pajak motornya. :D

    ReplyDelete
  21. menarik cerita ini mas..

    moga semuanya menjadi ok

    ReplyDelete
  22. Hem,, coba banyakin minum mas biar fokus, hahaha

    ReplyDelete
  23. Saya nggak pernah ngurus-ngurusin surat pajak gitu. Selalu orang tua yang urus karena kendaraannya memang atas nama beliau. Mungkin kalau sekalinya saya ngurus bisa kayak Mas yang nggak tau apa-apa dan kurang fokus itu. :p Hahaha.

    ReplyDelete
  24. Alhamdulillah akhirnya beres juga dan ternyata nggak ada kesalahan ya mas. Saya juga pasti bingung kalau disuruh urus itu, soalnya nggak punya motor sih, hehe..

    ReplyDelete
  25. Jadi satu cerita pengalaman seru juga ya urus pajak via calo.
    Kalo aku langsung ke samsat,mas.
    Cepat prosesnya kok,mas.
    Tinggal siapin fotocopy data yang diperlukan, serahin ke petugas, ngga gitu lama dipanggil utk administrasinya.

    ReplyDelete
  26. Mungkin kurang Aqua...πŸ˜‚πŸ˜‚

    Yaa! Terkadang kurang fokus bisa membuat orang jadi tulalit..πŸ˜„πŸ˜„

    ReplyDelete
  27. Hahaha, minum dulu mas biar nggak sekip :D :D Kalau saya langsung sih, meskipun STNK bukan atas nama saya biar ngerti alur pengurusannya.

    ReplyDelete
  28. macam ini πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘ ceritanya!

    ReplyDelete
  29. Hehehe..., bener-bener kurang fokus ini :)

    ReplyDelete
  30. saya juga belum pernah ngurus mas, makanya saya bacanya juga ikutan bingung :D

    Saya kira masnya juga keliru, eh ternyata betul aja :))

    ReplyDelete

Moderasi komentar berlaku untuk postingan yang lebih lama dari 7 hari. Silahkan berkomentar πŸ˜„